Sabtu, 07 April 2012

Hey You "Brandedholic"! (Mee Too, maybe, hehehe)

Dunia kuliah membuat saya tercengang sesaat. Tercengang dengan 'sistem persahabatan' yang berbeda dengan SMA (I think I have to tell you about this in other topic. Ntar saya upload tulisan saya soal 'persahabatan' itu), tercengang dengan gaya hidup mereka (yg sometimes hedonis banget, meskipun nggak semuanya), tercengang dengan beberapa teman2 saya yang 'brandedholic'. Nah, ini dia yg bakal jadi topik bahasan saya.

Tunggu dulu, udah pada ngerti istilah 'brandedholic' kan?? ntar aku nya udah ngoceh sana-sini sampe selesai, situ masih kagak ngerti maksudnya -_____-"

Brandedholic ntu tipikal orang (biasanya cewek2 gitu deh) yang nggak bakal pakai atau beli barang yang nggak ada "merek" nya. Padahal semua barang pasti punya merek ya, meskipun cuma merek nggak dikenal dan hanya yang produksi aja yang kenal (hahaha). Kalo brandedholicnya tingkat akut, mereka serasa 'alergi' kalo nggak pakai barang bermerek terkenal, mungkin bakal gatel2 gitu deh kulitnya, atau serasa kena gigitan tomcat (LOL/Lebay Oh Lebay-Laugh Out Loud). Kedua, brandedholic tingkat KaWe, mereka selalu berusaha beli barang bermerek dengan harga semurah mungkin. Misalnya kalo pas lagi diskon, obral, atau beli  yang KW. kan sekarang banyak tuh barang2 tiruan yang dijual bebas.

Kadang nggak habis pikir juga, orang-orang begitu bangga memakai barang-barang bermerek. Mengutip apa kata dosen saya, secara nggak langsung, orang-orang itu jadi papan iklan. Kok mau-maunya yaa? Sekarang think the logic aja, dengan baju/tas/segala macem yang nempel di badan kita, plus embel-embel tulisan merek yang kadang-kadang super gede (ini nih yang bikin konsumen bangga), secara nggak langsung, perusahaan (produsen) produk tersebut juga menggunakan badan kita sebagai area promosi. Misalnya baju dengan tulisan merek "A", orang-orang yang ngelihat baju yang kita pakai tersebut baca dan kalau mereka tertarik bisa langsung beli tanpa menanyakan itu mereknya apa dan beli dimana (karena udah tau dari tulisan yang terpampang di barang tsb). bayangin aja coba, udah kita belinya bayar, masih dijadiin papan iklan juga. sedangkan kita, cuma dapet prestis dan barangnya doank. keuntungannya nggak sebanding dengan keuntungan yang perusahaan dapet.

Satu lagi nih. Kadang nggak habis pikir sama orang yang bangga pake kaos dengan tulisan negara tertentu, misalnya "Singapura" "Malaysia", bla-bla-bla. seakan-akan mereka mau nunjukkin "Nih, gue pernah ke luar negeri loh. Elo?? kemana aja, wekwekwek". (Padahal belum tentu juga mereka ke situ, siapa tau oleh2 dari saudara tetangga temen kantornya or whoever lah itu). Mau-maunya ya? padahal secara nggak langsung, dengan memakai kaos itu, secara nggak langsung pemakainya mempromosikan tourism negara lain. Pariwisata kita aj belum maju, udah mau-maunya aja bantu negara lain. Mending pake baju dengan tulisan "Solo Spirit of Java", "Jogja", "Bali", "Lombok", dll.


I think it's enough for me to explain my topic about "brandholic". Intinya, belilah segala sesuatu seperlunya, senyamannya, dan sekian. Thank's for your attention, see yaa on the next topic. Byebyebye ^.^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar