Selasa, 04 September 2012

A 'Souvenir' from Internship Activity

Finally, I've already finished my internship for 2 months at PT Djarum Kudus. That was a pleasure and an unforgettable moment. From that moment, I can learn about friendship, kinship, knowledge, pleasure and how to survive when i'm faraway from home. So, I will share some picture that i've captured from some activity that i've done there. And here they are :

(From Left to Right) That was Putri, Essa, Achie and Nira at GOR PB Djarum Kudus

We are guide of factory visit (Picture taken at SKT Garung)
Official Tour Guide at PB Djarum Audition

Me, between Essa and Putri

With DIO mascot

Participant of PB Djarum Audition. Oh,. how cute they are! :)

Touch up first before action, right? :p

7 icons in action! (At PB Djarum Audition)

Performance from Pee Wee Gaskins
Official at Djarum Trees For Life Event

Enjoy sunset at Pantai Purwahamba Indah, Tegal



with Pia Utopia

With Pia Utopia and Ardina Rasti

With Febri Idol. Wow! What a cute boy he is! :)

with Djarum Trees For Life Teams (Pak Yunan & Pak Supohadi)

At Museum Kretek Kudus

Learn to roll cigarettes. It was difficult!

This is it! Cigarettes that I've rolled

Our performance at Student Internship's Factory Visit Part 2

From left to right: Pak Teguh, Pak Tarpo, Achie, Putri, Me, Pak Yoppie, Pak Ipung, Nira, Essa, Pak Marwan, Reny&Lusi (from UAJY) and Mbak Elta
At the end of internship, we must presented all we have learned from every internship activity 

Take a picture before go back to home (with Pak Marwan)
with Pak Yunan, a kind and humble person :)

Zidane, bocah cilik yg selalu menghibur kita di kos

Essa with si cute Zidane

At the last of this post, I'll attach a note from Essa that she wrote on her Facebook to show you what we feel  :


Terima Kasih, Kudus :))


by Kireina Essa Rahayuningtyas on Monday, September 3, 2012 at 9:21pm ·

Dua bulan yang lalu saya sampai di kota yang bernama Kudus. Yah, sejenak saya memutuskan untuk menjalani hidup di kota ini. Asing, tentu saja, lingkungan baru, bertemu dengan orang-orang baru, dan semuanya serba baru. Kamar kos yng baru, dengan kamar mandi dalam, yang kemudian baru saya tahu kalau pintu kamar mandinya tidak bisa dikunci, atau perkara lampu kamar yang kerap mati dan hidup lagi tanpa alasan yang jelas. Yang pasti, saya siap menjalani semuanya.

Saya ditemani kawan-kawan yang setia. Yang selalu membangunkan saya sangat pagi. Setengah enam itu menurut saya sangat pagi, karena seumur-umur saya memang tidak pernah sholat subuh, hehehe.. Kami melalui hari-hari bersama, dengan beragam menu sukacita dan cemilan kebodohan di sana sini.

Masi lekat dalam ingatan saya bagaimana kami melalui malam dengan berkumpul bersama menikmati keripik bakso super pedas dan macaroni pedas yang rasanya seperti “gendheng” (read: pecahan genteng). Kami juga pernah berburu tahu aci hingga alun-alun, belanja di supermarket dengan harga yang setinggi langit, atau juga saat kami kurang kerjaan dan mendadak “kepo” lantas menjadikan apa yang kami temukan dari hasil ke-kepo-an kami sebagai bahan tertawaan.

Apa yang kita lalui memang sederhana, singkat, tapi akan menjadi bagian hidup yang tak terlupakan. Di hari-hari terakhir, saya mengalami hari yang cukup berat, emosi yang memuncak, kekhawatiran, dan perkara menantang hidup dan mati. Tapi kalian setia mendampingi saya, mendengarkan setiap keluhan saya, dan setia meng-update perkembangan terbaru dari apa yang sedang terjadi, dan itu amat sangat menguatkan saya menghadapi semuanya.
Terimakasih, kawan dan saudari tersayang, Achie, Nira, Angel, dan Putri. Terima kasih untuk kekonyolan kita, untuk kebodohan, dan kegalauan yang kita nikmati bersama.

Terima kasih juga untuk Ibu kos, Bapak, Mas Arief, Mas Jamal, Lukman, Awul, dan yang amat menggemaskan, si kecil Umar Zidan. Terima kasih karena sudah berkenan menerima kami sebagai anak, adik, dan saudara. Terima kasih khusus untuk Ibuk, yang sudah cukup umur tapi selalu mampu mengimbangi kekonyolan kami. Terima kasih, amat sangat terima kasih untuk perhatiannya lewat telepon setiap hari. Semoga ada waktu luang untuk kami berkunjung ke sana.

Terima kasih untuk keluarga besar PT Djarum. Untuk pembimbing kami yang amat sangat baik. Yang bersedia membagi ilmu dan pengetahuan. Pak Tewas (Teguh Waspada) untuk setiap ilmu dan diskusi. Terima kasih juga karena sudah berusaha menjodohkan kami dengan rekan magang yang jauh di sana walaupun tidak ada yang berhasil, hahaha.. Terima kasih untuk Pak Marwan Ardiansyah untuk setiap wejangan hidup, yang selalu berhasil membuat saya setidaknya mengetahui sesuatu yang out of the box. Mbak Elyta, terima kasih untuk Djarum Cherry dan Vanilla-nya, untuk voucher renang gratis yang tidak jadi kita pakai karena tepar setelah audisi PB Djarum 2012.

Terima kasih juga untuk Pak Yoppi, Pak Yunan, Pak Supahadi, Pak Joddy, Pak Krisna, Pak Karjono, Mbak Sendy, Pak Febrian Ndaru, semua pihak yang setia membantu kmi dalam banyak proses. Untuk Pak Sutarpo, Pak Chambali, Pak Lasah, Pak Yuli, Mas Ashrofi, dan alm. Pak Polisi, terima kasih sekali. Sayang kita tidak sempat berfoto bersama sebagai kenang-kenangan.

Rekan-rekan magang semua, hallo dan apa kabar?? Senang sekali bisa bertemu dan berkenalan. Shinta, Reni, Lusi, Haris, Pulung, Zaki, Ali, Zamzam, Reza, Dicky, Chintya, Laura, dan rekan-rekan semua yang pernah mengenal Essa (double S) lewat factory visit, semangaaaatt yaaaakk. Semangat untuk kuliah dan proses hidup kita menuju masa depan.

Terima kasih untuk setiap keramahan jemaat GKMI Kenari. Untuk keramahan, dukungan, doa, dan kebersamaan yang walaupun singkat, tapi saya sangat terberkati. Terima kasih sudah menjadi saudara dalam Tuhan Yesus.

Kita tidak pernah tau kapan kita dipertemukan, kapan kita menikmati hidup bersama, dan kapan ruang, waktu, kesibukkan akan memisahkan kita. Tapi satu pelajaran yang berharga, hidup itu tidak semudah yang kita kira, tapi juga tidak sesulit yang kita bayangkan. Jadi hidup itu bukan untuk dikira-kira atau dibayangkan, tapi dijalani dan dinikmati. Terima kasih semua, Terima kasih Kudus :))

2 komentar: