Senin, 03 Februari 2014

Jobseeker's Journey (3)

Home Again...

Akhirnya saya pulang ke rumah dengan sedikit berat hati. Tapi saya percaya bahwa ada rencana Tuhan di balik semuanya ini. Hari Sabtu, saya mengikuti tes tahap selanjutnya di BPJS-Kesehatan yaitu tes komputer di Unisbank Semarang. Ada sekitar 500an lebih peserta yang lolos ke tahap ini dan dibagi menjadi beberapa kloter. Saya kebagian kloter akhir yaitu jam 12.00 dan seperti biasa, tes hari itu saya awali dengan ke-hectic-an karena saya berangkat mepet dari rumah dan kejebak macet di jalan. Udah panik banget. Awalnya mau nyoba naik BRT Trans Semarang, tapi karena ngejar waktu, akhirnya saya naik taksi. Agak takut dan trauma juga sih, takutnya diputer-puterin atau taksinya jalan lambat sementara argo larinya kenceng, karena saya juga kurang paham jalanan di Semarang. Tapi syukurlah, taksi yang saya tumpangi tersebut dikendarai oleh sopir yang jujur dan baik.

Sesampainya di gedung kampus, teman saya dari awal kuliah (sampai lulusnya aja juga barengan, haha) sudah menanti. Dia lolos juga di tes awal dan berhasil masuk tahap selanjutnya bersama saya. Perjuangannya luar biasa loh. Dia berangkat langsung dari Jakarta malam sebelumnya setelah mengikuti interview dan tes kesehatan untuk rekrutmen CPNS di BNN. Dia belum sempat pulang ke rumah dan langsung menuju ke lokasi tes.

Materi tes hari itu berupa Microsoft Word (membuat surat), Excel (tabel dan rumus hitung) dan Power Point (presentasi). Masing-masing peserta diberi waktu kurang lebih 90 menit untuk menyelesaikan seluruh soal tersebut. Untuk soal Word, saya kerjakan dengan cepat karena sisa waktu lebih akan saya gunakan untuk mengerjakan soal Excel yang lebih sulit dan rumit. Setelah itu saya kerjakan soal Excel dengan memakan waktu lebih lama. Yang terakhir baru mengolah presentasi dan Power Point. Akhirnya saya selesai mengerjakan soal tersebut dengan menyisakan waktu 15 menit. Sepanjang sisa waktu tersebut saya gunakan untuk mengoreksi kembali, siapa tau ada salah penulisan atau kesalahan lain yang terlewat. Tes tersebut saya lalui dengan perasaan lebih lega daripada tes sebelumnya yang pernah saya jalani.

Dan sepertinya Tuhan begitu baik dengan tidak membiarkan saya menganggur, bengong dan resah gelisah karena harus menanti pengumuman tanpa melakukan apa-apa. Hari Senin, saya jalan-jalan lagi (hehe) ke Jogja buat mengikuti tes awal Wardah Cosmetics (Paragon Technology and Innovation - PTI). Jadi ceritanya, mereka mengadakan reschedule untuk yang minggu lalu tidak bisa menghadiri tes. Saya dapat jadwal kloter akhir jam 14.00 tapi udah berangkat dengan menumpang kereta Madiun Jaya yang dijadwalkan tiba di Jogja sekitar pukul 10.00. Sisa waktu 4 jam saya habiskan untuk menunggu bersama teman saya yang kuliah di Jogja.  Tes awal itu berupa tes logika dan tes Paulin (lagi!). Tapi syukurlah, ada kemajuan ketika saya mengerjakan soal tes Paulin untuk kedua kalinya ini. Speed saya jauh bertambah, bahkan saya minta nambah lembar.


Kemudian, kurang dari seminggu setelah tes komputer, saya mendapatkan SMS dari BPJS-Kesehatan yang menyatakan bahwa saya lolos ke tes tahap selanjutnya yaitu psikotest. Perasaan kaget, senang, cemas dan sedih bercampur aduk menjadi satu. Kaget karena tidak menyangka saya bisa lolos ke tahap selanjutnya, senang karena saya bisa lolos, cemas karena bagi saya, psikotest adalah tahapan yang paling 'mematikan'. Saya trauma karena gagal di aptitude test Bank Mandiri dan saya juga berpikir bahwa psikotest saya di MNC TV juga gagal, karena sudah hampir 3 minggu tidak kunjung mendapatkan kabar/panggilan (soalnya HRDnya bilang, pengumuman paling lambat 3 minggu). Ada perasaan takut jika kegagalan itu terulang lagi di psikotest BPJS-Kesehatan tersebut. Saya juga sedih, karena satu-satunya teman seperjuangan saya harus gagal di tes ini. Tapi syukurlah, ternyata dia lolos dalam seleksi CPNS BNN. Mungkin benar bahwa rejeki seseorang tidak mungkin tertukar dengan yang lainnya. Setiap orang sudah memiliki rejeki masing-masing.

Akhirnya, tibalah saya pada hari yang membuat saya takut, psikotest! Tapi dengan dukungan dan doa dari orang-orang di sekitar, saya berusaha melalui tes tersebut dengan tenang. Saya kerjakan semampu saya dan sebisa saya. Materi tes berupa soal-soal psikotest umum yang rata-rata juga digunakan di perusahaan atau BUMN. Saya juga sempat menjumpai tes serupa waktu psikotest di MNC TV, jadi sudah tidak begitu asing lagi. Tes dilanjutkan dengan wawancara psikolog. Tim psikolog tersebut didatangkan dari UII Yogyakarta. Pertanyaan yang diajukan seputar diri sendiri, motivasi kenapa saya melamar kerja di tempat tersebut, kegiatan yang saya lakukan selama kuliah. Psikolog juga sempat menanyakan, kenapa saya melamar pekerjaan di tempat yang tidak ada sangkut pautnya dengan jurusan saya yang idealnya kerja di media. Intinya sih, nggak perlu nervous, santai, berbicara dengan jelas dan tenang, bersikap jujur, gesture juga diperlukan biar nggak keliatan kaku, tapi jangan gunakan gesture yang berlebihan, sewajarnya aja.

Dan satu beban terangkat setelah saya mengikuti psikotest. Yang penting saya sudah berusaha, hasilnya saya serahkan pada Tuhan. Tapi rupanya, masih ada kegalauan lain yang menyerang saya dan belum saya tuntaskan. Beberapa hari sebelum psikotest, saya mendapatkan SMS undangan psikotest di Trans Tv pada 31 Desember 2013. Aaaaaaa! Kesempatan kerja di media! Ini passion saya! Ini keinginan saya! Kemudian saya utarakan keinginan saya pada mama saya, kali aja dikasih ijin buat balik Jakarta lagi. Tapi ternyata, saya tidak mendapatkan ijin untuk menghadiri tes tersebut. Dengan perasaan sedih dan sangat berat sekali, akhirnya saya lepaskan  kesempatan tersebut :'(

Tapi, ketika satu kesempatan tertutup, kesempatan lain pasti terbuka. Setelah tahun baru, ada pengumuman bahwa saya lolos tes tahap awal Wardah Cosmetics. Akhir minggu itu, ada undangan untuk mengikuti psikotest lengkap di Graha Karir ECC UGM. Baiklah, saya pun  mengikuti tes tersebut. Lagi-lagi saya kebagian kloter paling akhir. Materi psikotest berupa gabungan soal-soal yang pernah saya jumpai sebelumnya ketika psikotest di MNC TV dan BPJS-Kesehatan seperti tes CFIT, IST, Draw A Man, Baum Tree, tes kepribadian yang berjumlah 250 butir, dll. Mungkin karena saya sudah pernah menemui tes serupa, saya mengerjakan tes tersebut tanpa kesulitan, kecuali pada tahap imajinasi bangun ruang. Itu loh, yang kubus dengan titik dan garis di sisi-sisinya, kemudian mencari bentuk yang sama jika dibolak-balik. Di sini saya bener-bener blank -,-

Setelah psikotest Wardah, saya nganggur lumayan lama. Kegalauan dan perasaan hopeless juga kembali melanda. Perasaan H2C alias harap-harap-cemas mulai melanda karena belum ada pengumuman hasil dari psikotest BPJS-Kesehatan. Dan saya anggap psikotest di MNC TV sudah gagal karena sudah hampir sebulan, artinya sudah lewat 3 minggu dan saya belum juga dihubungi. Tapi benar kata mama saya, ketika kamu sudah mencapai titik puncak keputus-asaanmu, jangan langsung berhenti dan menyerah, karena itu artinya kamu sudah dekat dengan keberhasilan. Hari Senin, saya mendapat telepon dari MNC TV dan diundang mengikuti interview user untuk program BDP pada hari Kamis. Perasaan senang dan semangat kembali menjalar di tubuh saya. Jakarta lagi! Selangkah lebih dekat untuk kerja di industri media! Dengan semangat, saya beli tiket kereta untuk keberangkatan hari Selasa. Jakarta, I'm coming!!

To Be Continued...

1 komentar: