Rabu, 27 Maret 2013

Curhatan Mahasiswa Tingkat Akhir: Galau Skripsi, Galau Masa Depan

So much worries about my future. Kadang aku berpikir, akan jadi apa aku nanti. Dengan IPK pas-pasan, skripsi yang belum selesai dan entah kapan akan usai. Mungkin beban ini akan semakin bertambah bila melihat wajah orangtua yang harap-harap cemas dan menyelipkan namaku di setiap doanya, agar aku segera mengenakan toga. Belum lagi berbagai macam kegalauan yang membuatku makin merasa 'kecil dan bukan apa-apa' dengan status yang kusandang sekarang, 'mahasiswa tingkat akhir yang tidak jelas arah masa depannya'. 

Sering bertambah gundah ketika orang bertanya "Udah skripsi ya? Jurusannya apa sih?". Dan kujawab dengan nada ragu "Iya, sedang proses. Saya mahasiswa komunikasi" |"Komunikasi? Tentang Komputer itu ya?" | "Bukan, Ilmu Komunikasi." | Kemudian, "OH" yang mereka ucapkan dengan nada ragu-ragu, seolah mengucapkan " calon sarjana ilmu komunikasi ya? hmm, mau jadi apa anak ini" dalam hatinya.

Begitu banyak kecemasan, kehawatiran dalam pikiran mahasiswa tingkat akhir. Kecemasan akan tugas akhir, kekhawatiran akan masa depan. Entah mereka semua merasakan atau hanya pikiranku. Tapi kurasa pikiran ini sangat mengganggu. Sampai kemudian sekilas aku pandangi tumpukan draft di meja belajarku yang berantakan. Kemudian sepercik semangat muncul. Ya! Draft ini sungguh ajaib! Hanya dengan melihatnya saja, aku bisa merasakan semangat yang luar biasa. Semangat untuk menyelesaikannya. Hanya dengan melihatnya saja, aku bisa mengintip masa depanku meskipun samar. Jadi, apabila dengan melihatnya saja, aku bisa merasakan semangat dan mengintip masa depan, hal luar biasa apa lagi yang akan terjadi jika aku bisa menyelesaikannya?

Tumpukan draft dan rentetan kejadian di semester akhir ini mengajarkan aku bahwa masa depan itu kita sendiri yang menentukan dan kita sendiri yang perjuangkan, sesamar apapun penglihatanmu terhadap masa depanmu itu. Orang lain berhak berkomentar apapun tapi itu tidak boleh merusak keyakinanmu terhadap masa depan yang ingin kau capai. Kalau kita sendiri tidak yakin akan masa depan kita, bagaimana kita bisa meyakinkan orang lain?

Selasa, 19 Maret 2013

Movie of the Week : TAMPAN TAILOR


Para penggemar Vino G Bastian bakal bener2 dimanjakan dengan dua film yang dibintangi oleh Vino dan tayang dalam bulan yang sama! Setelah kemarin saya bahas film terbaru Vino berjudul Madre, kali ini saya akan berbagi info tentang film paling gres yang dibintangi oleh suami Marsha Timothy ini yaitu film berjudul "Tampan Tailor".

Dalam film garapan sutradara Guntur Soeharjanto, Vino berperan sebagai seorang penjahit bernama Topan. Yang menarik, di film bergenre drama ini, Vino akan beradu akting dengan istrinya sendiri, yaitu Marsha Timothy. 

Film ini berkisah tentang kehidupan seorang penjahit bernama Topan (Vino G. Bastian) dan anaknya Bintang (Jefan Nathanio). Topan baru saja ditinggalkan istrinya dan kehilangan toko jahitnya. Selain itu, ia hampir saja kehilangan masa depan anaknya karena dikeluarkan dari sekolah dengan alasan tidak ada biaya.

Meski begitu, Topan tetap tegar dan selalu berusaha untuk kembali bangkit. Dengan bantuan sepupunya, Darman (Ringgo Agus Rachman), Topan mulai mencoba segala jenis pekerjaan untuk terus menyambung hidup, mulai dari calo tiket kereta, kuli bangunan hingga pekerjaan yang berbahaya, stuntman.

Semangat Topan yang luar biasa tersebut, membuat hati Prita (Marsha Timothy) terpikat. Dengan bantuan gadis penjaga kios di stasiun kereta api tersebut, Topan akhirnya bisa bangkit lagi dan mewujudkan semua mimpinya yang sempat tertunda.

Ada sebuah pesan moral yang disampaikan lewat film yang diilhami dari kisah nyata ini yaitu, kita boleh saja kehilangan segala yang kita miliki, namun kita tidak boleh kehilangan harapan.

Rencananya, film ini akan dirilis bebarengan dengan film Vino lainnya Madre, yaitu pada tanggal 28 Maret 2013